Eka Noviar Ramdhani 06 Oktober jam 10:07 Laporkan
7 tools adalah 7 alat yg slalu digunakan perushaan besar yang sukses, ini standar internasional, jadi dimanapun kita bekerja atau buka usaha 7 langkah ini kuncinya. kalo kita sudah menguasai sistem ini dimanapun akan dicari orang. karena sistem ini sudah install dalam setiap aktivitas kita, kapan saja dan dimana saja. Mas dah ikut training ini, bahkan dari Mgr Hondanya langsung. saat ini aku menerapkan sistem ini utk seluruh team innovasi di JBG. kalo di Astra ini sudah event tahunan. JBG baru jalankan 1 tahun silam. dan hasil inovasinya luas biasa. 7 tool ini adalah alat utk memecahkan setiap masalah yg muncul dan mencari solusi terbaiknya dengan setiap tahapan yg sistematis dan berkesinambungan . itu sebabnya kenapa HOnda selalu sukses, 7 tool tsb adalah :
1. Menentukan tema dan judul
2. Menganalisa penyebab
3. Menguji dan menentukan penyebab dominan
4. Membuat rencana perbaikan dan melaksanakan perbaikan
5. Meneliti hasil
6. Membuat standar baru
7. Mengumpulkan data baru dan menentukan rencana berikutnya.
1. Menentukan tema dan judul.
analisa bisnis yg akan kita tekuni atau yg tengah kita jalani, bisnis apa yg akan kita terjuni. jika muncul masalah coba susun kategori urutan masalah mana yg paling prioritas utk diselesaikan.
kerjakan dengan SMART (S= Spesific/masalahnya jelas, M= Measurable/terukur, A=Acceptable/dapat diraih, R=Reasonable/alasan pencapaian jelas, T=Timeable/sesuai target waktu)
misal : pameran/stand /jenis barang yg dipasarkan kemaren sangat sepi pembeli, sepi pengunjung, sepi komentar dll. coba urutkan bagian mana yg paling dominan masalahnya.misalnya masalah yg paling sering muncul adalah sulitnya merayu pengunjung distand kita lalu jadikan tema yakni MENINGKATKAN DAYA PROMO AGAR PENGUNJUNG BANYAK DI STAND KITA . selalu gunakan kata ME..misalnya meningkatkan ini, menurunkan /meminimalkan kerusakan material, meningkatkan nilai jual, dll, selalu mulai dengan kata ME.
jika pengunjung sepi , buat catatan kapan itu terjadi (periode apa saja, siapa saja jenis pengunjung waktu itu apakah masyarakat umum, kelas menengah mahasiswa, atau bisnisman atau kolektor ?) pahami musim pengunjung, dan distand mana saja orang suka berkumpul, apa yg menarik mereka berkumpul disitu, bagaimana cara menarik ke stand kita dll.
tapi jangan puas dulu diatas tadi baru TEMA, kita belum punya judul. judul harus lebih spesific. utk itu masuk ke tool 2 dulu.
2. Menganalisa penyebab :
Gunakan rumus 4M+1L
M1= Man/Manusia. koreksi manusianya, mungkin kurang pengetahuan ttg bernego, kurang wawasan ttg marketing, kurang mengerti ttg teknik komunikasi, atau bisa juga karakter/kebutuhan buyer pengennya model barang spt karakter dirinya, atau perhatikan juga kapasitas rata2x kemampuan buyer sampai diharga berapa, keliatan koq dari wajah mesaakke, penampilan dan gaya bicara orangnya.
M2 = Method/metode, coba amati, apakah metode pendekatan yg digunakan kurang tepat, metode nego, metode marketing dsb yg mgkn harus segera diimprove.
tiap masyarat punya kelas masing2x dan mereka ingin didekati dengan cara masing2x . gak mungkin kita mendekati bakul soto dengan bahasa ala mahasiwa, mustahil kita dekati buyer mahasiswa dengan gaya bussiness kelas atas, dan aneh menghadapi kolektor dengan penampilan dan gaya bahasa seadanya, jadi semua sisi diperhitungkan, semua pendekatan diperhatikan. intinya pahami sisi manusianya dulu dan dimana saja titik lemah dan kekuatannya (ini nanti kujelaskan tersendiri). Jika kita sudah tau pangsa kita, maka catat, dimana orang itu tinggal, minimal di lokasi mana, diperumahan elit mana, siapa yg bisa dihub. kenapa mereka suka model lampu begitu. baca pola pikirnya. umumnya disatu komplek ada kelompok yg latah, jika si A beli lampu X, maka yg B ikutan, C juga gak mau kalah gak peduli itu istri yg kesatu kedua atao siapapun. nah ini moment lho.
M3 = Machine/Mesin/alat.
kalo ini nampaknya tidak ada. kalo ada silahkan dimasukkan penyebabnya
M4= Material/bahan.
Perhatikan bagian2 material dan hasil pembuatan apakah ada yg cacat atau kurang sreg. umumnya buyer Japan, Korea sangat sempurna menganalisa, beda dengan Thai mereka cari yg murah kualitas standar. Beda lagi dengan buyer Eropa , mereka standar ISO, kudu sempurna, design sangat modest dan ala barat, soal harga nomer 2, pokoke pahami betul karakter buyer tiap bangsa. sekali kita dapet gaya konsumtif mereka, maka besok2x dah kekunci mereka gak akan lari kemana2x, mereka akan cerita kemana2x bahwa di tempat ente kualitasnya sempurna. kuncinya kita memang perlu latihan.
L = Lingkungan
Perhatikan lingkungan tempat menjual, lingkungan tempat pameran, tingkat kebersihan, tingkat kerapian, suhu ruang, luas area, semua juga mempengaruhi betahnya pengunjung.
Setelah ketemu penyebabnya maka baru kita bisa temukan judul menjadi lebih spesific yakni MENINGKATKAN DAYA PROMO AGAR PENGUNJUNG RATA2X 50 ORANG PERHARI SELAMA 16 MINGGU .
konsep SMART tadi digunakan. misal :
Spesific : sasaran utama adalah pengunjung bukan pembeli. Jika sasarannya pembeli maka tinggal diubah judulnya,
Measurable : mematok minimal rata2x pengunjung 50 org/hari,
Accetable, : pencapaian 50 orang perhari memungkinkan karena rata2x pengunjung perhari sktr 10000 orang terlebih hari minggu , misalnya.
Reasonable : dgn jumlah 200 stand maka Alasan 50 orang mau mampir cukup logis
Timeable : waktu yg ingin diraih 16 minggu.
3. Menguji dan menentukan penyebab dominan,
Dari M4+L mana faktor yg paling dominan. jika dari segi manusianya. mbok yao segera improve. jika yg dominan Materialnya, maka segera bikin yg inovatif sesuai selera pasar
jika Metodenya, maka segera ubah. pengertian Sukses adalah : selalu menggunakan cara-cara baru karena cara-cara lama sudah usang dan tak beguna lagi.
4. Membuat rencana perbaikan dan melaksanakan.
jika judul diatas adalah Meningkatan daya promo agar pengunjung rata 50 perhari selama 16 minggu sudah disepakati utk dianalisa, maka kita tinggal membuat langkah2x efektif agar daya promo tadi bisa diwujudkan
5. Evaluasi hasil
setelah berjalan 16 minggu, coba dievaluasi, apakah pencapain tadi berhasil. lihat buku hadir, lihat jumlah barang yg terjual dan jenis apa saja yg terjual. selama 15 minggu tersebut, dengan demikian kita bisa bikin grafik pencapaian dan membuat parameter. atau sebuah kesimpulan sementara bahwa ternyata daya promo dengan model A tadi berhasil di lokasi tersebut. momentum ini nanti bisa jadi tolak ukur datau minimal jadi bahan pembanding jika ingin pameran ditempat lain yg sudah tentu akan berbeda, tapi minimal ada gambaran.
6. Membuat standar baru.
dari hasil evaluasi akan dpt dibuat sebuah standar. misal standar membuat promo utk luasan area sekiaan harus begini. jika ingin meraih jumlah pengunjung minimal 50 orang gunakan cara ini. gunakan pendekatan dengancara itu, dll. pokoknya dalam aktivitas ada standar. jika sudah standar maka akan mudah mengukur tingkat keberhasilan. contoh Sonny, HOnda, Garuda , Hotel bintang 5 dll mereka punya standar sehingga ketika orang kesana sudah tau standar yg akan mereka dapatkan.
7. Mengumpulkan data baru dan menentukan rencana berikutnya.
ini maksudnya pada tahap ketiga tadi kita sudah buat prioritas masalah apa yg masuk urutan pertama, kedua , ketiga dan seterusnya.bila masalah pertama sudah terselesaikan maka lanjutkan dengan mengangkat masalah kedua untuk diselesaikan.
dalam 7 tools ini memang akan banyak dipakai diagram batang, diagram pareto , diagram tulang ikan dll.
tapi ini utk presentasi utk memudahkan analisa, jika masalah di atas pada tahap awal menggunakan diagram pareto akan sangat terlihat bahwa jika masalah yg pertama diselesaikan maka misalnya 70% maslah utama telah diselesaikan, brarti masalah yg kedua ketiga dan seterusnya tinggal 30 % saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar